Baca Juga: Wabup Sumba Barat Daya Minta ASN Jadi Teladan, Tak Boleh Lagi Abaikan Masyarakat
Simpang Bondo Kodi selama ini dikenal sebagai salah satu titik vital aktivitas masyarakat, sehingga keberadaan PKL di bahu jalan dinilai berpotensi menyebabkan kemacetan serta menurunkan estetika kawasan.
Selain pendataan identitas pedagang, sosialisasi juga mencakup rencana pemindahan ke lokasi baru yang akan disiapkan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan relokasi berjalan tepat sasaran dan minim konflik.
“Penataan ini bukan untuk mempersulit pedagang, tetapi justru agar kawasan lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi semua pihak,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Sumba Barat Daya Jemput Bola ke Jakarta, Translok Umbu Wango Makin Dekat Terwujud
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap, melalui pendekatan yang humanis ini, para pedagang dapat bersikap kooperatif selama proses penataan dan relokasi berlangsung.
Langkah ini juga diharapkan menjadi awal transformasi Simpang Bondo Kodi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang lebih modern, tanpa mengabaikan ketertiban umum di wilayah Bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.***






