Melki juga mengungkapkan, persoalan UMKM di NTT secara umum masih berkutat pada empat hal utama, yakni keterbatasan permodalan, pendampingan teknis, manajemen keuangan, dan akses pasar.
“Dengan NTT Mart, kita dorong masyarakat untuk berproduksi. Intinya, UMKM pasti mendapatkan pasar,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menyebutkan, di daerahnya terdapat 693 IKM yang bergerak di berbagai sektor usaha. Namun, baru 24 IKM yang telah terdaftar dan memenuhi standar pemasaran melalui sistem NTT Mart.
“Kondisi ini menunjukkan masih adanya kendala, seperti keterbatasan akses modal, pasar yang belum memadai, hingga persoalan bahan baku produksi,” ujar Yohanis.
Ia berharap kehadiran NTT Mart dapat menjadi solusi konkret sekaligus harapan baru bagi pelaku usaha lokal di Sumba Barat.
Baca Juga: Rumah Ibu Muslim Jadi Tempat Misa, BRIKasih Turun Tangan Bantu Gereja Katolik St Paulus Sodan
Program tersebut, lanjut dia, sejalan dengan Dasacita Ayo Bangun NTT untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Ke depan kami berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi terus berlanjut agar NTT Mart dapat berjalan sesuai harapan dan memberi dampak nyata bagi UMKM,” katanya.
Peresmian NTT Mart di Waikabubak turut dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T Rangga, Sekretaris Daerah Sumba Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta Ketua Dekranasda beserta anggota.***






