Pesta Miras Dini Hari di SBD Berujung Maut, Satu Nyawa Melayang, Rumah Dibakar

  • Bagikan
Gambar ilustrasi. (Pixabay/saurabhsinha)
Gambar ilustrasi. (Pixabay/saurabhsinha)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS – Malam itu seharusnya menjadi penutup tahun dengan tawa dan harapan. Di Kampung Watu Kariki ‘Deta, Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, warga berkumpul menyambut detik-detik pergantian tahun.

Musik mengalun, suara gelas beradu, dan doa-doa diam-diam terucap untuk hidup yang lebih baik di tahun 2026.

Namun, bagi Umbu, malam itu justru menjadi akhir dari segalanya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal

Sekitar pukul 02.30 WITA, Kamis, 1 Januari 2026, saat sebagian warga masih terjaga dan sebagian lainnya mulai kelelahan, suasana mendadak berubah.

Di rumah Vinsensius Dowa, tempat warga berkumpul sejak malam, kegembiraan perlahan menguap, digantikan ketegangan yang tak terucap.

Minuman keras yang sejak awal menghangatkan suasana justru menjadi pemantik emosi.

Baca Juga: Curhat di Depan Pedagang Ikan, Bupati Ratu Wulla: Saya Tidak Punya Niat Jahat

Sebuah cekcok kecil terdengar. Awalnya hanya adu kata. Tak ada yang menyangka, pertengkaran itu akan berubah menjadi tragedi berdarah.

Dalam kekacauan yang terjadi, Umbu terjatuh. Tubuhnya tergeletak di tanah, bersimbah darah. Tak ada lagi musik. Tak ada hitung mundur.

Hanya jeritan dan kepanikan. Warga yang menyadari kondisi Umbu berusaha mendekat, namun semuanya sudah terlambat.

Baca Juga: Agus Priatmono Beberkan Fondasi Baru Bandara Lede Kalumbang, Ini Kata Para Tokoh

Umbu mengembuskan napas terakhirnya di tempat itu juga di kampungnya sendiri, di tengah orang-orang yang ia kenal.

Tahun baru tetap berganti. Tetapi bagi keluarga Umbu, waktu seakan berhenti di dini hari itu.

Harapan yang semula disematkan pada kalender baru runtuh bersama tubuh Umbu yang tak lagi bernyawa.

Baca Juga: Indah Tapi Terabaikan! Destinasi Wisata Hits di Sumba Barat Daya Ini Belum Hasilkan Uang

  • Bagikan