Tragedi itu tak berhenti pada satu nyawa. Amarah dan kepanikan menjalar cepat. Api menyala.
Sebuah rumah beratap alang-alang dilalap si jago merah, disusul satu unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar.
Kampung yang biasanya sunyi menjelang pagi berubah menjadi lautan api dan ketakutan.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru, Kapolres Sumba Barat: Stop Miras, Knalpot Brong, dan Pawai Malam Tahun Baru
Kepala Seksi Humas Polres Sumba Barat Daya (SBD), NTT, AKP Bernardus Mbili Kandi, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi datang setelah menerima laporan warga yang panik dan ketakutan.
Dua orang terduga pelaku telah diamankan. Keduanya mengalami luka dan kini dirawat di rumah sakit.
Namun, luka terdalam bukan hanya ada di tubuh mereka, melainkan di hati keluarga Umbu yang kehilangan orang tercinta.
Baca Juga: Datang Bersama Putrinya ke Natal MKAG, Pesan Gubernur NTB Ini Bikin Haru Ribuan Umat Kristiani
“Dua terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini menjalani perawatan medis,” kata Bernardus dengan nada hati-hati.
Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Polres Sumba Barat Daya masih menggali keterangan saksi demi saksi. Motif pasti masih diselidiki.
Namun satu hal tak bisa disangkal: minuman keras dan emosi yang tak terkendali telah merenggut satu nyawa.
Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT
Kini, di Kampung Watu Kariki ‘Deta, duka masih menggantung di udar0a. Tahun baru datang tanpa perayaan.
Yang tersisa hanyalah sunyi, abu sisa kebakaran, dan keluarga yang harus belajar menerima kenyataan pahit bahwa Umbu tak akan pernah menyambut tahun baru lagi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam merayakan momen kebahagiaan. Sebab, satu malam tanpa kendali bisa meninggalkan luka yang abadi.***






