Pastor Paroki St Agustinus Tana Malli, Rm Yohanes Lede Ngongo, Pr, mengapresiasi bantuan tersebut dan menyebutnya sebagai dorongan penting bagi umat di Stasi Sodan.
“Saat ini umat masih misa di rumah warga Muslim karena gedung gereja sedang dibangun swadaya,” ujar Rm Yohanes, yang akrab disapa Rm Yolen.
Baca Juga: Ternyata BRI Diam-Diam Bantu Renovasi Gereja Rp200 Juta di Pedalaman Sumba
Menurutnya, bangunan gereja kini sudah sampai tahap dinding dan membutuhkan dukungan tambahan agar bisa segera digunakan. Tantangan terbesar justru datang dari faktor cuaca.
“Kalau hujan begini, apalagi banjir, sulit menjangkau stasi. Kami hanya dua pastor melayani seluruh wilayah paroki dan sejumlah stasi,” katanya.
Meski cuaca ekstrem menjadi hambatan, pembangunan gereja di Sodan terus dilanjutkan.
Bantuan dari BRIKasih itu diharapkan mempercepat penyelesaian dan mengakhiri penggunaan rumah warga sebagai tempat ibadah sementara.
BRIKasih menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di daerah-daerah yang memiliki kebutuhan mendesak, termasuk wilayah terpencil dan terisolasi akibat kondisi geografis.***






