Tangis dan Doa Mengiringi Kepergian Anis Atolan, Agustinus Nahak: Inilah Teladan Pendidikan dan Gereja

  • Bagikan
Tangis dan Doa Mengiringi Kepergian Anis Atolan, Agustinus Nahak: Inilah Teladan Pendidikan dan Gereja
Tangis dan Doa Mengiringi Kepergian Anis Atolan, Agustinus Nahak: Inilah Teladan Pendidikan dan Gereja. (Tenaers/Narken)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS — Tangis dan doa menyatu dalam suasana duka yang menyelimuti Keuskupan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ribuan umat mengantar kepergian Yohanes Atolan atau yang akrab disapa Anis Atolan.

Sosok pendidik dan pelayan Gereja itu dikenang sebagai figur teladan yang mengabdikan hidupnya bagi pembentukan karakter generasi muda lintas zaman.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Agustinus Nahak, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Anis Atolan.

Baca Juga: Rumah Ibu Muslim Jadi Tempat Misa, BRIKasih Turun Tangan Bantu Gereja Katolik St Paulus Sodan

Ia menilai kepergian almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan Gereja Katolik di Atambua.

Menurut Agustinus, dedikasi Anis Atolan selama lebih dari tiga dekade menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPK Don Bosco Atambua merupakan bukti pengabdian yang melampaui tugas formal seorang pendidik.

Sosok almarhum disebutnya sebagai guru sejati yang membentuk murid bukan hanya melalui ilmu, tetapi lewat keteladanan hidup.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa SMAK Sta. Clara Waimarama Tidak Langsung Belajar, Ini yang Mereka Lakukan

“Bapak Anis Atolan adalah teladan pendidik yang mengabdikan hidupnya untuk membentuk karakter, disiplin, dan nilai moral generasi muda. Dedikasi beliau melampaui tugas formal seorang kepala sekolah,” ujar Agustinus.

Gaya kepemimpinan Anis Atolan yang tegas namun kebapaan, kata Agustinus, membuatnya begitu membekas di hati para murid.

Hal itu terlihat dari banyaknya pelayat yang datang dari berbagai angkatan, mulai dari lulusan akhir 1960-an hingga 1980-an, yang rela menempuh perjalanan jauh demi memberi penghormatan terakhir.

Baca Juga: Dari Minuman Keras ke Pembunuhan Sadis: Pemuda Sumba Tewas dengan Luka Leher, Rumah Pelaku Dibakar Warga

Salah satu kenangan yang paling mengharukan adalah kemampuan almarhum mengingat nama-nama muridnya, meski telah puluhan tahun mereka meninggalkan bangku sekolah.

  • Bagikan