TENAERS — Keluarga korban dugaan tindak cabul sesama jenis di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyayangkan penyebaran wajah korban yang tidak diblur dalam berbagai pemberitaan media maupun unggahan media sosial.
Pihak keluarga menilai, publikasi foto maupun video korban secara utuh justru memperparah kondisi psikologis korban dan keluarga besar.
“Adik saya memang sempat mengizinkan video atau foto diposting di media, tapi harusnya diblur. Itu pun karena adik saya dalam kondisi tertekan dan trauma,” kata Indra, kakak korban, Minggu, 28 September 2025.
Baca Juga:Status NIP PPPK 2025 Muncul ‘Berkas Tidak Sesuai’? Begini Cara Cepat Atasi Masalah di MOLA BKN
Indra menegaskan keluarga menghargai dukungan masyarakat agar kasus ini diproses secara hukum, namun meminta media tetap menjaga privasi korban.
“Kita bukan mencari pembenaran, tapi setidaknya untuk mencegah kalau ada kasus serupa, muka korban jangan lagi ditampilkan begitu,” ujarnya.
Kasus ini bermula ketika korban berinisial AJG (25) melapor ke Polres Sumba Barat Daya pada Sabtu, 27 September 2025.
Baca Juga:Resmi! CPNS 2025–2026 Tak Lagi Serentak, Skor Ujian Bisa Dipakai 2 Tahun

