Pdt Irene Tegaskan Bijak Bermedsos Jelang Natal 2025: Hoaks Bisa Picu Perpecahan

  • Bagikan
Pdt Irene Takandjanji
Pdt Irene Takandjanji. (Tenaers/Dok. Istimewa)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS — Tokoh agama yang juga Pendeta Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Mata Weetebula, Pdt Irene Takandjanji, mengimbau masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk bijak dalam menggunakan media sosial menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pdt Irene menilai, maraknya penyebaran informasi tidak benar atau hoaks berpotensi memicu kesalahpahaman hingga perpecahan di tengah masyarakat, terutama di momen hari besar keagamaan.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, mari kita lebih bijaksana bermedia sosial. Hoaks sangat mudah memicu konflik dan merusak persaudaraan,” kata Pdt Irene saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Desember 2025.

Baca Juga: Rumah Ibu Muslim Jadi Tempat Misa, BRIKasih Turun Tangan Bantu Gereja Katolik St Paulus Sodan

Menurut dia, Natal seharusnya dimaknai sebagai momentum menghadirkan damai dan kasih bagi semua orang, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun denominasi gereja.

Ia menegaskan bahwa perayaan Natal tidak boleh dijadikan sebagai sekat pemisah, baik antarumat beragama maupun antarjemaat dalam lingkungan gereja.

“Natal bukan sekat pemisah. Natal adalah momentum persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Baca Juga: Dulu Hanya Anyaman Bambu, Kini Jadi Gedung Permanen! Gereja di Sumba Ini Dapat Berkat Natal dari BRIKasih

  • Bagikan