TENAERS – Dugaan praktik tak terpuji di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali mencuat.
Kali ini, sebuah foto yang beredar menunjukkan momen saat seorang pejabat berinisial T mendatangi langsung salah satu sekolah calon penerima bantuan pembangunan gedung.
Dalam gambar tersebut, tampak T yang diketahui menjabat sebagai kepala seksi di Dinas P dan K duduk di kursi sederhana, disambut oleh sejumlah guru dengan suasana penuh kehati-hatian. Dua guru tampak membentangkan kain adat khas Sumba, sebagai simbol penyambutan dalam budaya lokal.
Menurut sumber di lokasi, penyambutan dengan kain adat itu bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan bagian dari “ritual tak tertulis” yang konon menjadi syarat agar sekolah bisa masuk program bantuan.
“Dia datang, kami sambut dengan adat karena katanya begitu bisa bantu kami masuk program Sarpras. Tapi disampaikan juga, harus ada amplop sebagai tanda terima kasih,” ujar kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.






