Dapur MBG SBD Krisis Buah Lokal, SPPG Langga Lero Langsung Cek Kebun Semangka di Wewewa Barat

  • Bagikan
Dapur MBG SBD Krisis Buah Lokal, SPPG Langga Lero Langsung Cek Kebun Semangka di Wewewa Barat
Dapur MBG SBD Krisis Buah Lokal, SPPG Langga Lero Langsung Cek Kebun Semangka di Wewewa Barat. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KA SPPG) Langga Lero, Benediktus Gelan Muda, melakukan kunjungan langsung ke kebun semangka milik petani lokal di Desa Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis, 15 Januari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan dan kualitas buah-buahan lokal yang saat ini masih sulit diperoleh oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah SBD.

Dalam kegiatan itu, Benediktus Gelan Muda didampingi oleh Ahli Gizi untuk melihat secara langsung kondisi tanaman, proses budidaya, hingga kualitas hasil panen semangka.

Baca Juga: Pernyataan soal Bunda Maria Berujung Laporan, Pendeta di Sumba Segera Dipanggil Polisi

Kebun semangka yang dikunjungi merupakan milik Martinus Ama Kii, salah satu petani lokal yang mulai mengembangkan komoditas hortikultura sebagai alternatif usaha pertanian di Wewewa Barat.

Benediktus Gelan Muda yang akrab disapa No Muda mengaku senang dan bangga melihat semakin banyak petani di SBD yang mulai berani mengembangkan budidaya semangka.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya perubahan pola pikir petani yang tidak lagi hanya bergantung pada komoditas pertanian tradisional.

Baca Juga: Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal

“Hari ini kami turun langsung untuk mengecek kualitas semangka sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar mereka segera mulai menanam. Saat ini dapur MBG di SBD masih sangat susah mencari buah-buahan,” ujar No Muda.

Ia menjelaskan, kebutuhan buah lokal berkualitas menjadi bagian penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Oleh karena itu, keterlibatan petani lokal dinilai sangat strategis untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan.

  • Bagikan