Dalam sehari, Gusty mengaku melayani puluhan nasabah. Ia bahkan membuka layanan tersebut setelah pulang dari aktivitasnya sebagai tenaga pengajar.
“Rata-rata setiap hari sekitar 30 nasabah. Itu pun saya buka setelah pulang sekolah. Tetapi kalau saya libur sekolah bisa mencapai hingga 60 nasabah,” ujarnya.
Gusty menuturkan dirinya telah menjadi agen BRILink sejak 2019. Selama menjalankan usaha tersebut, ia mengaku telah merasakan berbagai pengalaman dalam melayani masyarakat.
Baca Juga: Kerja Keras Tim Berbuah Manis, Kopdit Pintu Air Waingapu Borong 4 Penghargaan Bergengsi
Selain memberikan manfaat bagi warga, usaha tersebut juga membantu menambah penghasilan.
Gusty memperkirakan keuntungan yang diperoleh setiap hari berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp600 ribu. Sementara dalam sebulan pendapatan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp11 juta hingga Rp12 juta dari berbagai transaksi yang dilayani.
Ia menilai, untuk menjadi agen BRILink tidak membutuhkan persyaratan yang rumit seperti membuka badan usaha berbentuk perusahaan.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Tembus HAP! Polres Sumba Barat Daya Turun Langsung Sidak Pasar Omba Komi
