“Kita masih menunggu tim survei dari pusat. Tujuannya untuk memastikan apakah dermaga dan perairan di Waikelo benar-benar layak untuk disandari kapal besar seperti KM Egon,” katanya.
Menurut Tonny, survei tersebut sangat penting untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran, termasuk kedalaman kolam labuh dan kekuatan dermaga.
Ia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika kapal dengan bobot besar bersandar.
Baca Juga: Molor Lagi! Ribuan Calon PPPK Paruh Waktu Terjebak Ketidakpastian
“Kita mau ciptakan pelayaran yang aman dan nyaman. Jangan sampai dermaga rusak atau kapal kandas, karena itu justru akan merugikan semua pihak,” tambahnya.
Saat ini Pelabuhan Waikelo sudah dilayani beberapa kapal perintis seperti KM Wilis, KM Sabuk Nusantara 49, KM Sabuk Nusantara 74, dan KM Sabuk Nusantara 79. Jika KM Egon resmi melayani rute ke Waikelo, aktivitas pelabuhan diperkirakan akan semakin ramai.
“Harapan kami, hasil survei nanti berbuah manis dan KM Egon benar-benar bisa berlayar ke Sumba Barat Daya,” kata Tonny.
Rencana ini disambut antusias oleh masyarakat setempat karena akan memangkas waktu dan biaya perjalanan laut, terutama bagi warga yang selama ini harus ke Waingapu untuk naik kapal Pelni.***






