TENAERS — Di Desa Weekokora, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, seorang pemuda bernama Petrus Dangga yang akrab disapa Peter, membuktikan hal itu.
Setelah lulus kuliah dan tak kunjung mendapat tempat mengajar, Peter memilih jalur berbeda yakni menjadi pengrajin gedek, anyaman bambu tradisional yang kini menjadi sumber penghidupan utama bagi dirinya dan keluarganya.
“Saya sempat melamar di beberapa sekolah, tapi belum ada panggilan. Akhirnya saya pikir, daripada diam, lebih baik kerja apa saja yang bisa saya lakukan,” tutur Peter saat ditemui di rumah sederhananya di Weekokora, Rabu, 8 Oktober 2025.
Keputusan itu mengubah jalan hidupnya. Dari seorang calon guru, ia kini dikenal sebagai pengrajin gedek muda yang gigih dan kreatif.
Berbekal bambu yang mudah ditemukan di sekitar desa, Peter mulai belajar mengupas kulit bambu dan menganyamnya menjadi lembaran gedek.
Awalnya, Peter tak menyangka bahwa pekerjaan tradisional itu bisa menghasilkan uang.
Baca Juga : Kapan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu? Ini Jawaban Resmi KemenPAN-RB
Namun, seiring waktu, ia mulai melihat nilai ekonomi dari kerajinan tersebut.
