TENAERS – Banyak pengguna smartphone yang masih salah kaprah soal cara mengisi daya ponsel.
Tak sedikit yang mengira bahwa baterai harus benar-benar habis terlebih dahulu sebelum diisi ulang agar lebih optimal.
Padahal, kebiasaan seperti ini justru bisa berdampak buruk pada umur baterai dalam jangka panjang.
Salah satu kebiasaan paling umum adalah menunggu hingga baterai menunjukkan angka 0 persen, baru kemudian dicolokkan ke charger.
Baca Juga: Tablet Murah Rp1,5 Jutaan Ini Punya Layar 90Hz dan Baterai Jumbo, Ini Ulasan Redmi Pad SE 8.7!
Meski terlihat sepele, hal ini dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai, terutama pada perangkat yang menggunakan baterai lithium-ion.
Semakin sering baterai dikosongkan total, semakin besar risiko kerusakan permanen.
Menurut para ahli teknologi, cara terbaik untuk mengisi daya baterai smartphone adalah ketika persentasenya sudah mencapai 20-30 persen, bukan menunggu benar-benar kosong. Mengapa demikian?
1. Menghindari Siklus Pengisian Penuh
Setiap kali Anda mengisi baterai dari 0 persen hingga 100 persen, itu dihitung sebagai satu siklus penuh.
Baca Juga: Tablet 1 Jutaan Bikin Heboh! Infinix Xpad vs Redmi Pad SE, Siapa Jawaranya?






