Komputer Diangkut Manual Lewat Jalan Berbatu Demi ANBK, Beginilah Perjuangan Sekolah di Sumba

  • Bagikan
Tanpa akses internet dan listrik memadai, pelaksanaan ANBK di sekolah ini berpindah-pindah tempat hingga akhirnya dilakukan di rumah pribadi operator sekolah.
Tanpa akses internet dan listrik memadai, pelaksanaan ANBK di sekolah ini berpindah-pindah tempat hingga akhirnya dilakukan di rumah pribadi operator sekolah. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS – Potret perjuangan dunia pendidikan di pelosok Indonesia kembali mencuri perhatian. Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMA Katolik Sint John Wano Kaza, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Bagaimana tidak, komputer dan perlengkapan asesmen harus diangkut secara manual melewati jalan berbatu menuju rumah pribadi operator sekolah, demi mendapatkan jaringan internet yang lebih baik.

Sekolah yang berada di pedalaman Sumba Barat ini, tak memiliki akses internet maupun pasokan listrik yang stabil.

Baca Juga: Bisa Turunkan Gula Darah hingga Cegah Kanker, Ini Rahasia Hebat Terong Hijau Kecil!

Pelaksanaan ANBK sempat dicoba di Kantor Desa Mata Wee Limma, namun gangguan sinyal dan listrik yang padam membuat proses tidak berjalan maksimal.

Karena tidak ingin anak-anak mereka tertinggal, pihak sekolah mengambil keputusan berani: memindahkan seluruh perangkat ANBK ke rumah operator, yang berada di lokasi lebih tinggi dan sedikit lebih bersinyal.

Kepala SMA Katolik Sint John Wano Kaza, Arnol Wonga, mengaku bahwa pemindahan tersebut dilakukan dengan alat dan tenaga seadanya. Tak ada mobil angkut, sebagian perangkat bahkan dipanggul dan dibawa dengan sepeda motor.

  • Bagikan
❤️ Suka artikelnya? Yuk traktir kopi