TENAERS β Gelombang kekerasan kembali mengguncang Nigeria setelah tiga aksi penculikan massal terjadi hanya dalam waktu sepekan.
Rentetan serangan ini menimbulkan kepanikan luas dan memicu tekanan internasional terhadap pemerintah Nigeria untuk mengambil tindakan tegas.
Insiden terbesar terjadi di St. Maryβs Catholic School, Negara Bagian Niger, ketika lebih dari 300 siswa dan 12 guru diculik oleh kelompok bersenjata.
Baca Juga:Β 80 Tahun Setelah Wafat, Gereja Katolik Akhirnya Mengangkat Peter To Rot dari Papua Menjadi Santo
Asosiasi Kristen Nigeria (CAN) mencatat total 303 murid dan 12 guru, baik laki-laki maupun perempuan, dibawa paksa dari sekolah tersebut.
Serangan itu digambarkan sebagai salah satu penculikan terbesar yang pernah terjadi di negara dengan riwayat panjang kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata, yang kerap disebut bandits.
Tak berhenti di situ, gelombang penculikan lain menyusul pada hari yang sama. Sebanyak 25 siswi Muslim diculik dari sebuah sekolah di Kebbi.
Baca Juga:Β Dari Aceh hingga Papua, Cuma NTT yang Sehebat Ini: 3.432 Gereja Katolik Berdiri Megah!
Serangan itu juga menewaskan wakil kepala sekolah. Beberapa jam kemudian, 64 warga dari Negara Bagian Zamfara diculik dari rumah mereka.
Keesokan harinya, kekerasan makin memuncak. Sebuah serangan terhadap Gereja Christ Apostolic di Kwara disiarkan langsung, menewaskan dua orang dan membuat lebih dari 30 jemaat hilang.
Pejabat gereja menyebut para penculik meminta tebusan sekitar US$69.000 per orang, setara lebih dari Rp1 miliar. Angka fantastis ini diduga menjadi alasan meningkatnya serangan terhadap sekolah dan pemukiman penduduk.






