Baca Juga: Doa Katolik Ini Bikin Hati Tenang Setelah Dihantam Masalah Hidup
Pemerintah Nigeria berada di bawah tekanan besar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington dapat mengirimkan pasukan militer jika kekerasan terhadap umat Kristen tidak segera dihentikan.
Pemerintah Nigeria membantah keras ancaman tersebut, namun gelombang penculikan terbaru diyakini dapat memperkeruh situasi politik dalam negeri.
Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu mengatakan telah memerintahkan aparat keamanan untuk bergerak “cepat dan tegas” guna memburu para pelaku.
Baca Juga: 5 Doa Katolik yang Menyentuh Hati untuk Menutup Bulan Juni dengan Damai
“Saya mengarahkan seluruh unit keamanan untuk memastikan semua korban kembali dengan selamat,” tegas Tinubu melalui platform X.
Menurut analis keamanan, motif penculikan yang meningkat ini lebih didorong oleh keuntungan finansial ketimbang faktor agama.
Laporan Africa Center for Strategic Studies menunjukkan peningkatan tajam operasi bandits yang kini menjadikan sekolah sebagai target utama karena lemahnya sistem keamanan.
Baca Juga: Jejak Ilahi di Pulau Sumba, Uskup Weetebula Ungkap Tempat Bersejarah Awal Gereja Katolik
Sementara itu, pihak CAN Niger menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan aparat keamanan dan pemerintah untuk memastikan ratusan anak yang hilang segera ditemukan.
“Kami berharap anak-anak kami kembali pulang dengan selamat,” ujar Ketua CAN Niger, Pendeta Bulus Dauwa Yohanna.***






