Dari tempat inilah, gereja mulai berkembang hingga menjangkau seluruh pelosok pulau.
Ia juga mengajak umat untuk merefleksikan perjalanan spiritual mereka.
Dalam perjalanannya, kata dia, umat tidak hanya berjalan sendiri-sendiri, tetapi dalam komunitas, sebagaimana Tuhan memanggil mereka untuk bersatu dalam iman.
โZiarah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak hanya hadir dalam kitab suci, tetapi juga dalam sejarah dan kehidupan kita sehari-hari,โ tambahnya.
Dalam momen refleksi tersebut, Mgr Woga juga mengingatkan pesan dari Paus kepada umat Katolik di seluruh dunia.
Ia menekankan pentingnya berjalan bersama dalam iman, tidak hanya melihat ke depan tetapi juga menaruh perhatian pada sesama.
โKita harus melihat siapa saja yang berjalan bersama kita dalam ziarah ini, membantu mereka yang lemah, dan menjadi kabar baik bagi sesama,โ katanya.***

