“Untuk kursi dengan sandaran dan tempat buku, kami masih butuh sekitar Rp1,5 miliar. Bahan bangunan lain seperti granit dan cat sudah siap,” jelasnya.
Bantuan eksternal turut hadir. BRI melalui program CSR memberikan dukungan senilai Rp10 juta serta bantuan sembako.
Meski nilainya relatif kecil, Pater Bernardus menilai hal itu simbol kepedulian yang patut diapresiasi.
Ia memastikan, semua dana dikelola secara transparan lewat bendahara paroki.
“Uang keluar dan masuk satu pintu, tidak ada korupsi. Itu yang membuat umat percaya dan mendukung penuh,” tegasnya.
Baca Juga : Dukung Pembangunan Gereja, BRI Waikabubak Serahkan Bantuan Besar ke Paroki Sta. Maria Asumpta
Dengan semangat gotong royong umat dan dukungan dari berbagai pihak, Pater Bernardus optimistis target peresmian dapat tercapai.
“Doakan supaya lancar. Kalau dana terpenuhi, Agustus 2026 gereja ini diberkati oleh Uskup,” ujarnya.***






