Bukan Perang Biasa! Tradisi Pasola di Lamboya Ini Bikin Jantung Deg-degan

  • Bagikan
Tradisi Pasola di Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Tenaers/Travelingyuk.com)
Tradisi Pasola di Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Tenaers/Travelingyuk.com)
WhatsApp Channel Banner

Sorak-sorai penonton mengiringi setiap pergerakan kuda yang berlari kencang, menciptakan suasana menegangkan sekaligus memukau.

Meski terlihat ekstrem, jalannya Pasola tetap berada dalam pengawasan ketat tetua adat.

Petugas keamanan dan tim medis juga disiagakan di sekitar arena untuk mengantisipasi kemungkinan peserta terluka akibat terjatuh atau terkena lemparan lembing.

Baca Juga: Proyek Fiktif Terungkap, Kades Ini Ditahan! Begini Cara Mudah Cek Dana Desa Agar Tak Disalahgunakan

Setelah sesi utama berakhir sekitar pukul 11.30 WITA, kegiatan biasanya dilanjutkan dengan waktu istirahat.

Wisatawan memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat serta menyaksikan aktivitas budaya lain di sekitar lokasi.

Jika menurut pertimbangan adat Pasola masih dapat dilanjutkan, sesi tambahan bisa berlangsung pada siang hingga sore hari.

Baca Juga: Sumba Tengah Punya NTT Mart, Ribuan ASN Wajib Belanja Produk Lokal

Namun, keputusan sepenuhnya berada di tangan para rato yang menentukan kapan ritual harus dihentikan.

Menjelang sore, rangkaian Pasola ditutup secara adat. Para peserta kembali ke kampung masing-masing, sementara penonton meninggalkan area dengan tertib.

Bagi masyarakat Lamboya, Pasola bukan sekadar tontonan tahunan, melainkan warisan leluhur yang sarat makna tentang keseimbangan alam, keberanian, dan kebersamaan.

Dentuman derap kuda dan lembing yang melayang di udara menjadi pengingat bahwa tradisi kuno ini tetap hidup di tengah perkembangan zaman.***

Terima kasih 🙏 Anda akan diarahkan ke DANA
  • Bagikan