“Bahan baku didapat dari petani dan kelompok-kelompok tani lokal. Ini sangat membantu masyarakat karena hasil pertanian mereka terserap,” jelasnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! KM Egon Bakal Layani Waikelo, Ini Respons Mengejutkan Kepala Syahbandar
Lius menambahkan, setiap bahan pangan yang digunakan dalam program MBG telah melewati proses pemeriksaan ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan.
“Sudah dipastikan bahwa setiap bahan baku akan benar-benar dicek sebelum diolah,” katanya.
Menurut dia, pengawasan tidak berhenti di dapur. Proses distribusi makanan hingga ke sekolah juga dipantau dengan cermat.
“Kami melakukan pengawasan ketat mulai dari bahan baku masuk, persiapan, pengolahan, pemorsian, sampai makanan didistribusikan ke setiap sekolah. Bahkan alat makan (ompreng) yang diambil kembali pun masih dalam pengawasan,” ujar Lius menegaskan.
Dengan pengawasan berlapis tersebut, ia memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat aman, sehat, dan bergizi seimbang.
Program MBG, lanjut Lius, menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah yang dirancang dengan baik dapat memberikan efek domino bagi banyak pihak, dari anak-anak sekolah hingga petani lokal.
“Program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi juga cara nyata pemerintah dalam meningkatkan kesehatan, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal,” pungkasnya.***






