Tak hanya kain, menurut informasi, sebuah amplop berisi uang juga diberikan saat itu. Hal ini memperkuat dugaan adanya praktik pungutan liar yang dibungkus dalam simbol budaya.
Baca Juga: Traffic Light di SBD Dijamin! Dapat Garansi 3 Tahun, Dishub: Bukan Sekadar Pasang
“Amplop itu kami serahkan karena khawatir kalau tidak, nama sekolah tidak dimasukkan. Tapi sampai sekarang belum ada kabar soal bantuannya,” tambahnya.
Foto yang beredar kini menjadi bukti awal dugaan praktik tidak etis dalam distribusi bantuan pendidikan di SBD. Banyak pihak mendesak agar Inspektorat Daerah, Bupati, hingga aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Kalau ini benar, bukan cuma mencoreng nama dinas, tapi juga mempermainkan harapan masyarakat dan masa depan anak-anak,” tegas seorang warga bernama Eky, Rabu, 9 Juli 2025.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh Tenaers.com.***






