TENAERS — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong transformasi ekonomi berbasis pendidikan melalui peluncuran NTT Mart by One School One Product (OSOP) di SMKN 1 Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin, 30 Maret 2026.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kehadiran NTT Mart menjadi momentum penting untuk menggeser paradigma masyarakat NTT dari sekadar konsumen menjadi produsen.
“Hadirnya NTT Mart by OSOP SMKN 1 Kefamenanu menjadi momentum untuk menggeser paradigma NTT bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Anak-anak muda harus belajar berwirausaha dan mempraktikkannya langsung di sekolah,” ujar Melki sebagaimana dikutip, Sabtu, 4 April 2026.
Baca Juga: Sumba Tengah Punya NTT Mart, Ribuan ASN Wajib Belanja Produk Lokal
Menurut Melki, setiap sekolah di NTT didorong memiliki minimal satu produk unggulan yang dapat dipasarkan, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret untuk membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.
Melki juga menunjukkan dukungannya terhadap kreativitas siswa dengan membeli sejumlah produk hasil karya pelajar. Di antaranya mesin pencacah pakan ternak senilai Rp3,5 juta, alat jemur pakaian Rp600.000, alat tenun Rp1.250.000, serta kompor berbahan oli bekas seharga Rp500.000.
Selain itu, ia turut membeli berbagai produk lain seperti makanan, minuman, dan kain tenun.
Baca Juga: Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal
Dukungan tersebut diharapkan mampu memacu semangat kewirausahaan di kalangan siswa sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.
Melki menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki. Ia menyebut, saat ini demokrasi ekonomi harus menjadi fokus pembangunan.
“Tidak ada perubahan di suatu daerah atau bangsa kecuali dia sendiri yang mengubah nasibnya. Demokrasi politik sudah berjalan, kini saatnya demokrasi ekonomi agar rakyat menikmati hasil produksi daerahnya,” katanya.
Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa NTT Mart tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemasaran, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik. Melalui program ini, siswa dilatih mengelola produksi, menjaga kualitas, mengatur keuangan, hingga memasarkan produk secara langsung.






