Selain mengingatkan soal penggunaan media sosial, Pdt Irene juga mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras (miras) selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, miras kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang bertentangan dengan makna Natal sebagai perayaan sukacita dan damai sejahtera.
“Jangan miras. Mari kita menjemput Natal dan Tahun Baru dengan suka cita, damai, dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Baca Juga: 80 Tahun Setelah Wafat, Gereja Katolik Akhirnya Mengangkat Peter To Rot dari Papua Menjadi Santo
Pdt Irene menekankan bahwa masyarakat SBD hidup dalam keberagaman dan kemajemukan, sehingga sikap saling menghormati dan toleransi harus terus dijaga.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menciptakan suasana aman dan damai selama rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Di akhir pernyataannya, Pdt Irene menyampaikan ucapan selamat menyongsong Hari Raya Natal pada 25 Desember 2025 dan Tahun Baru pada 1 Januari 2026.
“Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin,” tutup Pdt Irene.***






