Pihak Konsulat bahkan memberikan masukan strategis, seperti pentingnya membuka akses langsung penerbangan internasional dari Labuan Bajo ke Sumba tanpa transit Bali untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara.
“Kami siap bekerja sama dalam berbagai bidang yang berorientasi pada pertumbuhan bersama, termasuk promosi pariwisata, pertukaran budaya, dan pembangunan ekonomi lokal,” ujar perwakilan Konsulat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat, Semuel Dato Mesa, turut menyambut hangat kunjungan ini. Ia menyebut bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan semangat pembangunan sektor pariwisata yang ramah lingkungan, manusiawi, dan tetap menjaga integritas budaya lokal.
Baca Juga: Zodiak Suka Main Hati! Nomor 2 Kelihatannya Setia, Tapi Sering Selingkuh
Dalam kesempatan yang sama, Konsulat juga mendorong agar generasi muda Sumba mulai mengenal bahasa Mandarin sebagai bekal menghadapi persaingan global.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati menyambut baik usulan tersebut dengan catatan tenaga pengajar yang ditugaskan harus berkompetensi tinggi dan memiliki penguasaan Bahasa Indonesia yang baik.
Sebagai bentuk keseriusan kedua pihak, Wakil Bupati Thimo Ragga mengusulkan agar dilakukan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar legal kerja sama jangka panjang.
“Kami siap melanjutkan inisiatif ini secara konkret. MoU akan menjadi pijakan awal menuju masa depan Sumba Barat yang lebih terbuka, berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal,” tutup Thimo Ragga.***






