“Itu pada tanggal 9 Januari 2026,” katanya, kepada Tenaers.com, Minggu, 28 Desember 2025.
Baca Juga: Planet Ini Hampir Tak Bernapas: Kesalahan Manusia yang Menghancurkan Rumah Bersama
Melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Tambolaka kini terhubung dengan berbagai kota besar nasional seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jember, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado, Lombok, Labuan Bajo, serta lebih dari 10 kota lainnya.
Selain itu, koneksi internasional juga terbuka melalui Bali dari sejumlah kota di Asia dan Australia.
Rute ini tidak hanya mempermudah perjalanan wisatawan menuju savana, pantai eksotis, desa adat, dan budaya Marapu di Sumba, tetapi juga mempercepat akses masyarakat ke layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal
Bagi pelaku usaha dan UMKM, jalur udara baru ini membuka peluang distribusi barang, pertemuan bisnis, hingga investasi lintas daerah.
Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menyebut rute Denpasar–Tambolaka sebagai jalur penghubung kehidupan yang diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di NTT, khususnya di wilayah SBD, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.
Seluruh proses perjalanan kini juga semakin mudah melalui aplikasi BookCabin, mulai dari pemesanan tiket, check-in online, hingga pemesanan hotel dan akomodasi.
Dengan konektivitas yang semakin luas, Pulau Sumba perlahan meninggalkan label sulit dijangkau dan melangkah menuju peran strategis sebagai destinasi nasional hingga global.***






