Ia mengingatkan bahwa PMKRI harus tetap konsisten menjadi organisasi yang berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok yang kurang terdengar suaranya.
Baca Juga: Tolak Rencana Utang Rp120 Miliar, PMKRI Kefamenanu Ingatkan Pemda TTU soal Aturan
“PMKRI bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. Kita adalah agen perubahan yang harus kritis, beretika, dan berpihak pada rakyat kecil. Pengurus baru wajib peka membaca persoalan lokal dan merumuskan gerakan yang berdampak nyata,” ujar Maria.
Maria juga menyoroti posisi strategis Atambua sebagai wilayah perbatasan yang memiliki tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang khas.
Menurut dia, kader PMKRI di daerah perbatasan dituntut lebih responsif dalam menyikapi berbagai persoalan tersebut.
Baca Juga: Sumba Tengah Punya NTT Mart, Ribuan ASN Wajib Belanja Produk Lokal
