Tak hanya mengandalkan bantuan dari BRI, umat setempat juga ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan bahan bangunan lokal seperti batu, kayu, bambu, serta menyediakan makanan bagi para pekerja.
Baca Juga : Menghargai Jasa Para Pemimpin untuk Kepentingan Masyarakat: Sudut Pandang ‘Merdeka atau Mati’
Pastor Pembantu Paroki Homba Karipit, Rm Christo Ngasi, Pr, menyebut dukungan ini sangat berarti bagi umat.
“Bantuan dari BRI Peduli kami maknai sebagai berkat agar umat bisa berdoa di gereja yang lebih layak. Sebelumnya bangunan gereja cukup memprihatinkan karena dibangun seadanya dari swadaya umat,” jelasnya.
Menurutnya, gereja bukan sekadar tempat ibadah, melainkan wadah umat Allah berkumpul.
Baca Juga : Tolak Rencana Utang Rp120 Miliar, PMKRI Kefamenanu Ingatkan Pemda TTU soal Aturan
“Harapannya, setelah renovasi selesai, iman umat semakin bertumbuh, persaudaraan semakin kuat, dan gereja dirawat bersama dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
BRI menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya sebatas sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mitra pembangunan sosial, budaya, dan keagamaan.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi berkat bagi umat, bukan hanya dalam bentuk fisik bangunan, tetapi juga dalam semangat kebersamaan dan gotong royong,” kata Fatchurrachman.***






