Ia menegaskan bahwa ketika pekerjaan fisik dimulai, pemerintah desa akan meminta agar dipasang papan informasi proyek yang memuat besaran anggaran dan waktu pelaksanaan.
“Nanti kalau sudah mulai pekerjaan, sebagai kepala wilayah saya akan minta pasang plang pekerjaan, mulai dari jumlah anggaran hingga waktu pekerjaannya, sehingga masyarakat tahu,” katanya.
Ia menilai keterbukaan informasi penting agar masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya pembangunan.
Ia mengibaratkan proyek tanpa transparansi seperti “kucing dalam karung”.
Baca Juga: Sumba Tengah Punya NTT Mart, Ribuan ASN Wajib Belanja Produk Lokal
Untuk mendukung pengawasan, pemerintah desa juga berencana menugaskan dua orang setiap hari untuk memantau progres pekerjaan sekaligus mendokumentasikan kegiatan di lapangan.
“Setiap hari nanti ada dua orang yang kontrol untuk ambil dokumentasi sebagai bukti pemerintah desa mengawal program pusat yang masuk desa,” ujarnya.
Pati Nundu berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Kadu Eta serta menjadi salah satu penggerak kesejahteraan warga di tingkat desa.***





