Dengan cara ini, penggunaan air dapat menjadi lebih efisien karena irigasi diberikan berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.
Baca Juga: Dari Bambu Jadi Akses Digital, Menara Internet Ini Kini Berdiri di BLK Don Bosco Sumba
Teknologi tersebut juga diharapkan mampu membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko pemborosan air.
Mengandalkan Energi Matahari
Salah satu keunggulan OSPIT adalah sistem operasionalnya yang menggunakan panel surya dan baterai sebagai sumber energi.
Dengan demikian, perangkat dapat beroperasi secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik PLN.
Baca Juga: Dilantik Jadi Rektor Unmaris Sumba, Prof Alo: Ada Apa-Apa Kita Selesaikan Bersama
Selain sistem irigasi otomatis, perangkat OSPIT juga dilengkapi dengan titik akses Wi-Fi yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung berbagai layanan digital di kawasan pedesaan.
Peralatan pendukung sistem ini juga dapat diperoleh melalui pembelian secara daring maupun melalui toko atau reseller tertentu.
Dosen Perguruan Tinggi Ikut Pelajari Teknologi OSPIT
Pada hari terakhir kegiatan, sejumlah dosen dari Universitas Katolik (Unika) Weetebula dan Universitas Stella Maris (Unmaris) Sumba turut hadir bersama staf BLK Don Bosco.
Baca Juga: Pemda SBD Siapkan Platform Digital Perencanaan, Bupati: Hindari Duplikasi dan Perkuat Transparansi
Mereka mengikuti sesi pengenalan teknologi, menyaksikan langsung demonstrasi sistem serta mempelajari konsep dasar, prosedur pengoperasian hingga pemeliharaan OSPIT.
Kehadiran para akademisi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penerapan teknologi smart irrigation melalui bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
