Perwakilan Kementerian Pertanian Kabupaten SBD juga turut mengunjungi lokasi untuk melihat secara langsung penerapan sistem irigasi tetes otomatis berbasis IoT tersebut.
Diharapkan Bisa Direplikasi Kelompok Tani
Baca Juga: Bupati Ratu Wulla Soroti Kesiapsiagaan Bencana, Evaluasi Anggaran, hingga Peresmian RS Reda Bolo
Direktur BLK Don Bosco Sumba, Br. Ephrem Santos, SDB, mengatakan penerapan teknologi tepat guna seperti OSPIT sangat relevan dengan kondisi wilayah Sumba.
Menurutnya, Sumba memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sumber daya air, terutama di tengah kondisi perubahan iklim.
“Kami berharap teknologi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di BLK Don Bosco, tetapi juga dapat direplikasi oleh kelompok tani, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga di Nusa Tenggara Timur,” ujar Br. Ephrem.
Baca Juga: Lonjakan Penumpang Lebaran 2026 Tembus 14 Ribu! Bandara Lede Kalumbang Kebanjiran Trafik
Ia berharap pemanfaatan energi matahari yang dipadukan dengan teknologi IoT dapat membantu menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dalam penggunaan air, berkelanjutan dan mandiri.
Melalui kolaborasi Common Room Foundation, BLK Don Bosco Sumba, perguruan tinggi dan masyarakat, penerapan OSPIT diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi terbuka atau open source di sektor pertanian.
Teknologi ini dinilai memiliki peluang untuk terus dipelajari, dikembangkan dan direplikasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Ke depan, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, menghemat penggunaan air sekaligus mendorong transformasi digital di sektor pertanian, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).***
