TENAERS – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 4 Oktober 2026 pagi, berdampak pada sejumlah bangunan, termasuk gedung sekolah.
Salah satunya Sekolah Dasar Masehi (SDM) Wee Paboba di Desa Wano Talla, Kecamatan Wewewa Utara.
Gedung sekolah tersebut mengalami keretakan setelah wilayah SBD diguncang gempa.
Kepala SDM Wee Paboba, Yulianus Butana, membenarkan kondisi tersebut.
Menurut Yulianus, keretakan terlihat pada bagian gedung sekolah setelah guncangan gempa.
Baca Juga: Gempa Dangkal M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami
“Kondisi gedung mengalami keretakan setelah gempa. Kami berharap ada pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keamanan bangunan,” ujar Yulianus, Senin, 5 Oktober 2026.
Keretakan gedung menjadi perhatian pihak sekolah karena bangunan tersebut merupakan salah satu fasilitas utama yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah, yayasan, dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan.
Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus memastikan keamanan gedung sebelum kembali digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas.
Baca Juga: Lansia 73 Tahun Meninggal Usai Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Polisi Ungkap Kronologinya
Terlebih, bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa dapat menimbulkan risiko apabila kondisi strukturnya belum dipastikan aman.
“Kami berharap kondisi gedung ini dapat segera diperiksa dan mendapat penanganan agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan aman,” kata Yulianus.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui tingkat kerusakan gedung SDM Wee Paboba maupun estimasi biaya perbaikannya.
