TENAERS – Dampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus didata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD.
Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menyebut sebanyak 91 rumah warga mengalami kerusakan berdasarkan pendataan pemerintah daerah hingga Senin, 5 Oktober 2026.
Puluhan rumah tersebut tersebar di wilayah Kodi dan terdiri atas berbagai tingkat kerusakan.
“Untuk rumah warga se-Sumba Barat Daya ini khusus wilayah Kodi, ada kurang lebih satu rumah yang rusak berat, dan 12 unit rusak sedang, dan 78 rusak ringan,” kata Ratu Wulla kepada wartawan di Roo Luwa Resto, Senin, 5 Oktober 2026.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bantuan Ternak, Ini Pesan Bupati Ratu Wulla kepada Orang Tua Anak Stunting
Dengan demikian, total sementara rumah warga yang terdampak mencapai 91 unit.
Ratu Wulla mengatakan, pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan terhadap seluruh masyarakat yang terdampak gempa, termasuk korban luka maupun kerusakan fasilitas umum.
Selain kerusakan rumah, pemerintah daerah juga mencatat adanya warga yang mengalami luka akibat gempa.
Ratu Wulla mengatakan, hingga saat ini terdapat satu orang yang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Gedung SDM Wee Paboba di Sumba Barat Daya Retak Usai Diguncang Gempa M5,9
Namun, korban telah mendapatkan penanganan medis dan kini menjalani rawat jalan.
“Jadi sampai dengan hari ini baru satu orang yang mengalami luka-luka ya, tapi sudah ditangani kemarin dan sekarang sedang rawat jalan,” ujarnya.
Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum di Sumba Barat Daya.
Menurut Ratu Wulla, fasilitas yang terdampak antara lain gereja, puskesmas dan sekolah.
Baca Juga: Gempa M5,9 Guncang Sumba Barat Daya, Rumah dan Sekolah Rusak, 1 Orang Luka Ringan
Dari hasil pendataan sementara, terdapat 19 fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
